Bolmut Kekurangan Guru

Siswa Pilih Sekolah di Gorontalo

Boroko—Kurangnya tenaga guru di daerah baru Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), memaksa orang tua murid menyekolahkan putra-putrinya ke Gorontalo. Provinsi muda yang berbatasan langsung dengan daerah pemekaran Bolmong Induk ini, menjadi sasaran para orang tua lantaran sayang pendidikan anak-anaknya terlantar.

Informasi yang dihimpun wartawan, beberapa Sekolah Dasar (SD) di Bolmut, sekarang ini, masing-masing hanya memiliki satu orang guru. Padahal, kebanyakan sekolah tersebut memiliki lebih dari 4 Ruang Kegiatan Belajar (RKB).

Berarti, satu tenaga guru, setiap harinya rata-rata harus mengajar pada 4 kelas. Itu pun, menurut Kadri (47), warga Bolmut, dalam setiap pecan sering anak-anak diliburkan bukan pada hari libur.

‘’Gurunya pulang kampung, atau ada urusan dinas di Kabupaten,’’ terang pria yang mengaku telah mengirim putranya melanjutkan sekolah di Gorontalo.

Selain karena kurangnya tenaga guru di daerah, motivasi orang tua murid menyekolahkan anak-anaknya di Kota Pia itu lantaran kualitas pengajarannya yang relative bagus.

‘’Sekolah di sana (Gorontalo, red) menjanjikan kualitas guru yang cukup baik,’’sambung Amirulah Noerhamidin, yang juga orang tua murid.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=26&artid=646

0 comments: