Dekab Janji Beber Hasil Jembrana



BOROKO-Permintaan warga, agar Komisi I dan III Dekab, yang melakukan studi banding ke Jembrana-Bali, segera membeberkan hasil yang diperoleh, ditanggapi positif oleh para legislator.

"Warga berhak tahu apa yang telah dilakukan oleh wakil mereka di DPRD, makanya kami akan segera membeberkan apa yang telah kami pelajari," tegas Ketua Komisi III, Just A Pontoh, Personil Komisi I, Nani R Topaju, yang didampingi Syuaib Potabuga, Muchtar Lauma, dan Wahab Lakoro.


Menurut mereka yang diperoleh dari hasil studi banding sangat banyak, dan sangat sayang jika tak diterapkan di Bolmut. Contoh kecil adalah: semua pejabat tidak memiliki mobnas yang mahal.

"Bupati saja hanya memakai hardtop sebagai mobnas," beber Pontoh.

Hal lain yang paerlu dicontohi, sistem perekrutan CPNS, kedisiplinan PNS, sistem pelayanan satu atap, penerapan Perda, dan cara menggenjot PAD, tanpa harus mengorbankan rakyat. "Ini semua wajib kita contohi, dan ada mekanismenya," beber mereka.


Untuk waktu pembeberan hasil Jembrana, masih akan dicari waktu yang tepat. Namun, yang pasti warga akan mengetahuinya, karena akan dibeberkan kepada public dan Pemkab.

"Saya akan tampil di depan podium, pada hari H nanti, untuk membeberkan hasil yang telah kami pelajari di Jembrana," pungkas Pontoh. (usa) 


Sumber: http://www.mdopost.com/ Baca Selanjutnya...

Komisi I Siap Panggil PPUSB



BOROKO - Komisi I Dekab, segera memanggil Panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (PPUSB). Ini terkait dugaan tidak beresnya pembangunan SMK N Kaidipang.

"Memang ada dugaan ketidakwajaran dalam pembangunan SMK Kaidipang. Oleh karena itu kami akan mengundang PPUSB, untuk memintakan penjelasannya. Jadwalnya nanti akan disusun," tegas personil Komisi I Dekab, Mochtar Lauma, Syuaib Potabuga, Nani R Topayu, dan Wahab Lakoro.


Menurut mereka, Kadisdiknas Drs Erikson Tegela, juga haru memberikan penjelasan terkait pembangunan SMK Kaidipang. "Sebab yang paling tahu masalah pendidikan di Bolmut adalah Kadis sendiri," tukas mereka. 


Informasi yang dirangkum koran ini menyebutkan, sudah lama para siswa dan orang tua murid ingin mengadukan masalah ini ke DPRD. Namun, mereka takut, jika kelak terjadi apa-apa dengan mereka.

"Kalau tidak bermasalah, mungkin pembangunan SMK ini bisa tuntas. Tapi karena bermasalah, buktinya meja kursi untuk siswa dan murid saja, harus dibawah dari rumah masing-masing, inikan aneh. Padahal anggaran yang disediakan Depdiknas ada Rp1,4 miliar," koar sejumlah orang tua siswa, yang namanya enggan dikorankan. (usa)

Sumber: http://www.mdopost.com/ Baca Selanjutnya...

Jalan Ollot-Paku Rusak



BOROKO - Memprihatinkan. Kata inilah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi jalan Ollot dan Paku Kecamatan Bolangitang Barat.

Pantauan Manado Post, aspal halua yang menutupi badan jalan tersebut, sebagian besar sudah terangkat. Sehingga yang terlihat hanyalah hamparan pecahan batu gunung yang tajam. Bahkan pada beberapa titik, aspal halua plus batu tersebut sudah 'almarhum' sehingga yang nampak hanyalah jalan beraspalkan tanah, dan debu. 
Bukan hanya itu, di beberapa titik juga telah terbentuk lubang yang melebar, dengan kedalaman 10-20 centi meter. Akibat kondisi ini jalan yang demikian, jika tidak hati-hati bisa jadi pemicu, kecelakaan.

"Torang di sini, biar so hafal itu kondisi jalan, mar memang dasar jalan rusak, tetap juga jaga tacolo," ujar warga setempat.


Warga juga mengeluh, dengan musim panas yang sementara berlangsung, begitu ada mobil yang melintas, debu yang beterbangan, sangat banyaknya. Sehingga jadi salah satu faktor pemicu, timbulnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

"Jangankan oto, motor saja yang lewat, itu abu kurang dapa tako," katanya.


Sementara itu Pemkab Bolmut tidak akan menutup mata dengan kondisi jalan sekarang. Namun untuk pembangunannya akan dilaksanakan bertahap. "Sebagai kabupaten baru, ada skala prioritas yang harus segera diselesaikan," kata Kabag Humas Abdul N Maloho SPd.

"Yang pasti pemerintah akan memberikan yang terbaik," pungkas Maloho. (usa)


Sumber: http://www.mdopost.com/ Baca Selanjutnya...

Pembangunan SMK Kaidipang Disorot


Diduga Tidak Sesuai Bestek 



BOROKO - Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kaidipang diduga tidak beres. Ini dipicu berbagai ketidakwajaran yang ditemukan di lapangan, yang bermuara pada tidak rampungnya pembangunan SMK tersebut.

Dugaan ketidakberesan pembangunan SMK Kaidipang meliputi, dari 5 gedung yang diprogramkan, yang selesai dikerjakan hanya 4 unit, 1 unit tidak tuntas, WC tidak memiliki closet, tidak ada air, dan lantai kelas hanya beralaskan semen (seharusnya tehel). Parahnya lagi ada satu gedung, hanya berlantaikan semen kasar, tidak diaci. Penegasan ini dikemukakan pemerhati pendidikan Arifin Bolota.


Menurut Bolota, dana yang dialokasikan Depdiknas untuk pembangunan SMK Kaidipang, berjumlah Rp 1,4 miliar, yang pencairannya dalam dua tahap. Tahap pertama telah dikucurkan Rp 700 juta, dan telah digunakan untuk pembangunan SMK. Namun, karena banyaknya masalah dalam penggunaan dana tahap pertama, dana tahap kedua sebesar Rp 700 juta, tidak bisa dicairkan Depdiknas. Akhirnya penyelesaian pembangunan SMK Kaidipang dipaksakan, dengan dana yang hanya Rp700 juta, yang cair tahap pertama.

"Sudah diprogramkan, 5 gedung SMK total anggaran Rp 1,4 miliar, lantas dipaksakan hanya dengan dana Rp 700 juta, otomatis tidak akan tuntas pembangunannya. Jikapun selesai, kwalitas dari bangunan dipertanyakan," tukas Bolota.


Efek lain imbas dari tidak cairnya dana tahap dua, puluhan tukang yang bekerja dalam pembagunan SMK tersebut, ada yang belum menerima gaji. Bukan hanya itu, utang pada pihak ketiga (toko untuk mengambil material), juga belum dilunasi. 


Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Drs Baharudin Tunggil, belum berhasil dimintai tanggapannya, dihubungi di SMK Kaidipang tidak berada di tempat. Demikian halnya dengan Kadisdiknas Drs Erikson Tegela, juga belum berhasil dimintai tanggapannya, dihubungi di kantornya tidak berada di tempat, dihubungi via ponsel di nomor 08124454127 tidak aktif. (usa)

Sumber: http://www.mdopost.com/ Baca Selanjutnya...

PNPM Disambut Hangat Warga Bolmut

Boroko—Sosialisasi tentang Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Bolmut terus dilaksanakan. Selasa (25/3/2008), giliran Boroko Timur mendapat kunjungan tim PNPM.

Informasi yang dirangkum menyebutkan, setelah tahapan sosialisasi akan dilanjutkan dengan pelatihan kader pelaksana kegiatan di tingkat desa. ‘’Mereka nantinya akan melakukan penggalian gagasan di masyarakat.

Di fase ini akan terukur apa kegiatan yang pas dilaksanakan di wilayah itu,’’terang personel PNPM Bolmut, Ridwan Aras. Kegiatan PNPM sendiri meliputi pembuatan jalan, jembatan dan simpan pinjam perempuan (SPP).

Sangadi Boroko Timur, MR Buhang menilai, kegiatan PNPM benar-benar dibutuhkan masyarakat. ‘’Karena melalui proses penggalian gagasan di masyarakat, maka kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan tepat sasaran,’’ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bolmut, Drs Hi Depri Pontoh yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa sosialisasi PNPM telah dilakukan sejak bulan lalu di 6 kecamatan yang tersebar di Bolmut. ‘’Sosialisasi sangat penting, agar masyarakat siap menerima PNPM, dan yang penting adanya pengawasan, kontrol harus jalan,’’pungkas Pontoh.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/view-article-662.html




Baca Selanjutnya...

Musda KNPI Bolmut Mulai Memanas

Boroko—Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Bolmut, mulai pasang kuda-kuda menyambut Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Informasi yang dirangkum wartawan, sementara menunggu terbentuknya beberapa OKP peserta Musda KNPI, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Cabang Bolmut, dan Pemuda Muhamidiyah telah maju selangkah dalam hal konsolidasi.

Terbukti, kedua OKP ini telah lebih dulu menggelar Musda. Caretaker Ketua KNPI Bolmut, Abdul Maloho SPd, menyatakan secepatnya akan melaksanakan Musda KNPI Bolmut.

‘’Setelah semua OKP terbentuk sesuai prosedur, segera akan dikordinasikan dengan kantor Kesbang Linmas,’’ kata Maloho.

Ia juga membenarkan bahwa sampai sekarang ini sudah dua OKP yang menggelar Musda yakni BKPRMI dan Pemuda Muhamadiyah.

Sementara itu, sejumlah aktifis yang digadang bakal memimpin KNPI Bolmut kedepan mulai mencuat. Mereka adalah Alfi Basri (KNPI Bolangitang), Sunawar Patadjenu (mantan Ketua HMI Kabupaten Gorontalo), Fahri Lauma (mantan Sekretaris Senat Mahasiswa Fisip Unsrat), dan beberapa nama lainnya.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/view-article-659.html




Baca Selanjutnya...

Usup Himbau Pilkada Tak Pecah Belah Warga

Maulid Nabi Muhamad dihadiri Kandidat

Boroko—Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW 1423 Hijriyah di Desa Talaga Tomuagu, Kecamatan Bolangitang, Sabtu (22/3/2008), menggiring para kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bolmut untuk hadir.

Mereka diantaranya; Ir Hamdan Datunsolang, Drs Iskandar Lexi Gobel, Hi Reba Pontoh, Drs Iqbal Datunsolang, Drs Depri Pontoh, dan Drs Amin Lasena.

Peringatan Maulid Nabi Muhamad yang mengambil tema; Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah Untuk Menuju Bolmut Yang Mandiri dan Berbudaya, menghadirkan pembicara Prof Dr Hunggu Tadjudin Usup, dan Drs Asnawi Kula. Usup dalam pidatonya berharap agar Pilkada Bolmut tidak sampai memecah belah warga setempat.

‘’Jangan hanya karena Pilkada lalu masyarakat cerai berai,’’kunci Usup.

Disisi lain, acara yang juga dihadiri Ketua Dekab Bolmut, Karel ‘Antuleng’ Bangko, sejumlah anggota Dekab Bolmut, serta para Kadis, diselingi pemberian bantuan dari pihak Pemprov Sulut yang diserahkan anggota Deprov, Farid Lauma.

‘’Bantuan berupa uang tunai Rp 10 juta untuk pembangunan Masjid Mitsahul Janah,’’sebut Panitia, Sulaiman Kohongia dan Jamdin Lauma.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/view-article-657.html Baca Selanjutnya...

Kontraktor Lokal Bolmut Minta Diberdayakan

Boroko—Sejumlah kontraktor local meminta pihak Pemkab Bolmut agar mau memberdayakannya.

Para kontraktor lokal ini menyatakan siap untuk memenuhi segala persyaratan lelang. ‘’Kami minta kontraktor local diberdayakan menangani proyek, sepanjang memenuhi persyaratan, kenapa tidak,’’kata Dedi Dumbela kontraktor dari Pinogaluman, Bolmut.

Rekan Dedi, Saiful Ambarak ikut menyatakan kalau kontraktor local siap mengikuti tender proyek, asalkan dilakukan secara fair. ‘’Kami siap ikuti proses tender, asal itu fairplay,’’tambahnya. Mereka juga berharap, khusus proyek yang masuk di wilayah Pinogaluman supaya ditangani langsung kontraktor setempat.

Alasannya, tanggung jawab moral akan lebih terpatri. ‘’Kita tak hanya mengejar waktu penyelesaian proyek, lebih dari itu kualitas proyek kita utamakan, karena ini wilayah kita sendiri,’’pungkas keduanya.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=26&artid=653 Baca Selanjutnya...

Sayembara Logo-Lagu Daerah Bolmut Belum Jelas

Boroko—Tiga bulan berlalu, hasil sayembara logo dan lagu daerah Bolmut, sampai sekarang belum juga diketahui masyarakat.

Karuan saja, warga di daerah yang baru mekar dari induknya Bolmong mempertanyakannya. Warga membandingkan dengan daerah seumur Bolmut yakni Sitaro dan Mitra yang kini telah menggunakan logo dan lagu daerah baru. ‘’Namanya lomba harus jelas siapa pemenangnya.

Akibatnya, lomba seperti tidak mengikuti prosedur. "Harusnya Bolmut malu dengan daerah seumurannya macam Sitaro dan Mitra yang sudah meluncurkan logo dan lagu daerahnya masing-masing,’’sindir Isman Iji Rahman, tokoh pemuda Bolmut. Ia menambahkan, siapa pun pemenangnya yang penting mengikuti aturan.

‘’Masalah transparansi, itu saja. Masyarakat menghendaki hasilnya bisa diketahui secara jelas,’’imbuhnya.

Kabag Humas Pemkab Bolmut, Abdul Maloho, yang dihubungi wartawan, belum lama, mengatakan bahwa hasil sayembara sudah ada dan tinggal menunggu diperdakan. Maloho juga menyebut kalau kepantiaan sayembara logo dan lagu tersebut terdiri dari 5 personel. Sayangnya, pejabat berlatar pendidik itu tak merinci para personel panitia.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/view-article-654.html Baca Selanjutnya...

Warga Tuntung Ijinkan PT SHS Lanjutkan Survey

Boroko—Star awal survey tambang emas PT Suma Heksa Sinergy (SHS) di Desa Tuntung, Kecamatan Pinogaluman, Bolmut, yang sempat terhenti sekitar satu bulan lantaran mendapat penolakan dari warga setempat, berakhir happy.

PT SHS diijinkan untuk melanjutkan survey tambang emas di kawasan tersebut, menyusul hasil tim pencari fakta yang terdiri dari eksekutif dan legislative, yang mana menemukan bukti mendukung bahwa survey penelitian PT SHS dapat dilanjutkan.

Disisi lain, tercapai pula kata sepakat antara warga Tuntung untuk menerima kehadiran pihak perusahaan melakukan survey di wilayah itu. PT SHS melalui Jasman Biahimo mengatakan, bahwa jika hasil survey nanti menunjukan kawasan itu mengandung material, maka akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni ekplorasi dan eksploitasi. PT SHS, kabarnya adalah perusahaan yang bergerak di pertambangan emas. Manajemen telah melengkapi semua perijinan yang terkait dengan kegiatan perusahaan yang mengambil lokasi itu di Desa Tuntung, Kecamatan Pinogaluman, Bolmut.(jd/sk)

Sumber: http://www.bolmong.com/view-article-655.html Baca Selanjutnya...