BOROKO - Komisi I Dekab, segera memanggil Panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (PPUSB). Ini terkait dugaan tidak beresnya pembangunan SMK N Kaidipang.
"Memang ada dugaan ketidakwajaran dalam pembangunan SMK Kaidipang. Oleh karena itu kami akan mengundang PPUSB, untuk memintakan penjelasannya. Jadwalnya nanti akan disusun," tegas personil Komisi I Dekab, Mochtar Lauma, Syuaib Potabuga, Nani R Topayu, dan Wahab Lakoro.
Menurut mereka, Kadisdiknas Drs Erikson Tegela, juga haru memberikan penjelasan terkait pembangunan SMK Kaidipang. "Sebab yang paling tahu masalah pendidikan di Bolmut adalah Kadis sendiri," tukas mereka.
Informasi yang dirangkum koran ini menyebutkan, sudah lama para siswa dan orang tua murid ingin mengadukan masalah ini ke DPRD. Namun, mereka takut, jika kelak terjadi apa-apa dengan mereka.
"Kalau tidak bermasalah, mungkin pembangunan SMK ini bisa tuntas. Tapi karena bermasalah, buktinya meja kursi untuk siswa dan murid saja, harus dibawah dari rumah masing-masing, inikan aneh. Padahal anggaran yang disediakan Depdiknas ada Rp1,4 miliar," koar sejumlah orang tua siswa, yang namanya enggan dikorankan. (usa)
Sumber: http://www.mdopost.com/
Baca Selanjutnya...
Komisi I Siap Panggil PPUSB
Friday, March 28, 2008 | Posted by coen husain pontoh at 7:43 AM 0 comments
Labels: Pendidikan
Pembangunan SMK Kaidipang Disorot
Diduga Tidak Sesuai Bestek
BOROKO - Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kaidipang diduga tidak beres. Ini dipicu berbagai ketidakwajaran yang ditemukan di lapangan, yang bermuara pada tidak rampungnya pembangunan SMK tersebut.
Dugaan ketidakberesan pembangunan SMK Kaidipang meliputi, dari 5 gedung yang diprogramkan, yang selesai dikerjakan hanya 4 unit, 1 unit tidak tuntas, WC tidak memiliki closet, tidak ada air, dan lantai kelas hanya beralaskan semen (seharusnya tehel). Parahnya lagi ada satu gedung, hanya berlantaikan semen kasar, tidak diaci. Penegasan ini dikemukakan pemerhati pendidikan Arifin Bolota.
Menurut Bolota, dana yang dialokasikan Depdiknas untuk pembangunan SMK Kaidipang, berjumlah Rp 1,4 miliar, yang pencairannya dalam dua tahap. Tahap pertama telah dikucurkan Rp 700 juta, dan telah digunakan untuk pembangunan SMK. Namun, karena banyaknya masalah dalam penggunaan dana tahap pertama, dana tahap kedua sebesar Rp 700 juta, tidak bisa dicairkan Depdiknas. Akhirnya penyelesaian pembangunan SMK Kaidipang dipaksakan, dengan dana yang hanya Rp700 juta, yang cair tahap pertama.
"Sudah diprogramkan, 5 gedung SMK total anggaran Rp 1,4 miliar, lantas dipaksakan hanya dengan dana Rp 700 juta, otomatis tidak akan tuntas pembangunannya. Jikapun selesai, kwalitas dari bangunan dipertanyakan," tukas Bolota.
Efek lain imbas dari tidak cairnya dana tahap dua, puluhan tukang yang bekerja dalam pembagunan SMK tersebut, ada yang belum menerima gaji. Bukan hanya itu, utang pada pihak ketiga (toko untuk mengambil material), juga belum dilunasi.
Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Drs Baharudin Tunggil, belum berhasil dimintai tanggapannya, dihubungi di SMK Kaidipang tidak berada di tempat. Demikian halnya dengan Kadisdiknas Drs Erikson Tegela, juga belum berhasil dimintai tanggapannya, dihubungi di kantornya tidak berada di tempat, dihubungi via ponsel di nomor 08124454127 tidak aktif. (usa)
Sumber: http://www.mdopost.com/
Baca Selanjutnya...
Thursday, March 27, 2008 | Posted by coen husain pontoh at 7:57 AM 3 comments
Labels: Pendidikan
Bolmut Kekurangan Guru
Siswa Pilih Sekolah di Gorontalo
Boroko—Kurangnya tenaga guru di daerah baru Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), memaksa orang tua murid menyekolahkan putra-putrinya ke Gorontalo. Provinsi muda yang berbatasan langsung dengan daerah pemekaran Bolmong Induk ini, menjadi sasaran para orang tua lantaran sayang pendidikan anak-anaknya terlantar.
Informasi yang dihimpun wartawan, beberapa Sekolah Dasar (SD) di Bolmut, sekarang ini, masing-masing hanya memiliki satu orang guru. Padahal, kebanyakan sekolah tersebut memiliki lebih dari 4 Ruang Kegiatan Belajar (RKB).
Berarti, satu tenaga guru, setiap harinya rata-rata harus mengajar pada 4 kelas. Itu pun, menurut Kadri (47), warga Bolmut, dalam setiap pecan sering anak-anak diliburkan bukan pada hari libur.
‘’Gurunya pulang kampung, atau ada urusan dinas di Kabupaten,’’ terang pria yang mengaku telah mengirim putranya melanjutkan sekolah di Gorontalo.
Selain karena kurangnya tenaga guru di daerah, motivasi orang tua murid menyekolahkan anak-anaknya di Kota Pia itu lantaran kualitas pengajarannya yang relative bagus.
‘’Sekolah di sana (Gorontalo, red) menjanjikan kualitas guru yang cukup baik,’’sambung Amirulah Noerhamidin, yang juga orang tua murid.(jd/sk)
Sumber: http://www.bolmong.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=26&artid=646
Baca Selanjutnya...
Sunday, March 16, 2008 | Posted by coen husain pontoh at 10:59 AM 0 comments
Labels: Pendidikan
Diknas Bolmut Gelar Sosialisasi Program
Dalam peningkatan mutu pendidikan di Bolmut, Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemkab Bolmut, Drs Hi Erikson Tegela, Rabu (23/01) kemarin, menggelar sosialisasi mengenai Program Dinas Diknas, kepada seluruh guru se-Bolmut, selang setahun ke depan ini.
Ini merupakan suatu gebrakan awal yang dilakukan oleh Dinas Diknas Pemkab Bol-mut, dalam pemenuhan peningkatan dunia pendidikan.
Sosialisasi Diknas yang bertempat di SMPN 2 Sangtombolang, Kecamatan Sangkub, merupakan salah satu kunjungan dari enam kecamatan se-Bolmut yang dibagi ditiap kecamatan itu, telah memberikan motivasi yang kuat bagi para guru yang mengajar di wilayah yang baru dimekarkan ini.
Dalam sosialisasi yang sempat dihadiri oleh puluhan guru yang ada di Kecamatan Sangub dan Bintauna, Erikson memaparkan, bahwa program mengenai peningkatan mutu pendidikan ini adalah bentuk dari kepedulian dari pemerintah daerah, untuk memberikan penyegaran dan kualitas dalam memberikan pengajaran bagi murid-murid. Sebab, murid merupakan tonggak penentu terhadap kemajuan daerah yang akan datang.
“Ini juga sekaligus sebagai bentuk pembinaan kepada seluruh guru yang ada di Bol-mut,” jelasnya dihadapan puluhan guru.
Selain itu, tambahnya lagi, akses untuk pengembangan dunia pendidikan juga perlu dilakukan. Di antaranya, dengan mengadakan suatu jaringan komunikasi dan informasi yang diperoleh secara cepat dan luas. Yakni pengadaan internet yang akan diadakan di tiap kecamatan dan sekolah-sekolah yang ada di Bolmut.
“Jadi kita bisa mengakses data dan informasi dengan mudah dan cepat,” kata Erikson.(tr-03)
Sumber: http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2008/jan_24/bolmg01.html
Baca Selanjutnya...
Friday, January 4, 2008 | Posted by coen husain pontoh at 6:07 PM 0 comments
Labels: Pendidikan
Bolmut Miliki Madrasa Aliyah
Kotamobagu-Bolmong Utara kini bisa menikmati sekolah lanjutan tingkat atas atau Madrasah Aliyah (MA) Alhairat. MA ini menurut ketua Alhairat Kecamatan, Salma Rajak, diresmikan awal pekan ini di Desa Pinogaluman Kecamatan Pinogaluman.
Srikandi yang juga anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmong dari Partai Golkar (PG) ini, berharap dengan dibukanya MA maka akses pendidikan di Bolmut kian membaik. Sekolah setingkat SMU di Bolmut sangat terbatas, shingga dengan dibukanya Madrasah Aliyah sangat membantu, jelas Rajak.(hm)
Sumber: http://www.bolmong.com/view-article-444.html
Baca Selanjutnya...
Friday, August 24, 2007 | Posted by coen husain pontoh at 8:39 PM 0 comments
Labels: Pendidikan